Translate

Senin, 15 Juli 2019

KARDUS SEKALIBER JENDERAL


KARDUS SEKALIBER JENDERAL
Si kakak yang mahasiswa barusan nelpon.
Si MHS: "Pa, rame loh pa!"
Papa: "Ini anak,..belum juga bilang good morning udah main bilang rame aja!" Rame apaan sih?"
Si MHS: "Itu....katanya ada kardus sekaliber jenderal!" Memangnya kalau kardus ada pangkat atau kastanya ya Pa?"
Papa: "Mana kutahu!"
Si MHS: "Lah papa kan biasa ngirim oncom pake kardus, masa nggak tahu?"
Papa: "Ah itu kan oncom yang dikardusin, kalau soal kardusnya level jenderal manalah papa tahu!"
Si MHS: "Tapi yang kasih klasifikasi itu orang yang pake nama bangsawan Celebes nan bijak loh pa, pasti kan bener pa !"
Papa: "Janganlah kau main benar benar kan saja. cek dulu, kenapa dia bicara begitu."
Si MHS: "Katanya sih pa, karna putra mahkota junjungannya nggak laku dijual."
Papa: "Macam mana pula putra mahkota bisa dijual!"
Si MHS: "Bisa lah pa!" Buktinya kemarin itu sudah diobral, tapi aneh diobralnya kok sama orang yang pernah nonjokin kebo ya?"
Papa: "Apa pulak maksudmu nonjokin kebo?" kau pikir kebo tak akan menanduk kalau pernah ditonjok?" Kecuali memang kalau ada maunya, yah dilupakanlah tonjokan itu. contohnya, karna di PHP sama ratunya banteng, nah...daripada dianggurin kan mending mesra-mesraan sama Kuda.
Si MHS: "Kok sama kuda sih Pa?" kalau kuda kan biasanya standarnya mahal, harus banyak uang kalau mau mesra-mesraan sama kuda!"
Papa: "Ya begitulah kalau terbiasa hidup di peternakan mewah. semua diukur pake uang!"
Si MHS: "Biarpun di dalamnya ada sapi berjubah Pa?"
Papa: "Ya iyalah. kagak ngaruh jubah-jubahan itu, yang penting fulus tetap jadi primadona!"
Si MHS: "Lah terus, ada ngaruh nggak Pa ya sama keledai yang kata si dedek TK sedang mau main jatuh-jatuhan di kampung para Daeng, malah katanya mau sampai ke kampungnya Paman Sam?"
Papa: "Ngaruh apa maksudmu?
Si MHS: "Ya ngaruh karna kan yang mau dijual sama si keledai semua tentang isi peternakan mewah itu!"
Papa: "Manalah kutahu itu. sejak dari jaman losmen dulu sampai ke jaman emakmu mau ikut-ikutan jadi pesinetron yang ditawarin main di sinetron berjudul Losmen Jaman Now, mana pernah ada keledai bisa jadi bijak."
Si MHS: "Maksudnya Pa?"
Papa: "Ah itu saja kau tak ngerti, makanya selesaikan saja kuliah kau itu. begitu selesai kau pasti ngerti apa itu artinya pekerja losmen memperjuangkan hak-hak eksklusif penghuni peternakan mewah!"
Si MHS: "Asli Pa, makin tak ngerti aku!"
Papa: " Sudahlah, tanya saja emakmu atau opungmu, masih ada nggak telor-telor dari depan istana itu, mana tahu bisa nambah gizimu biar bisa lebih pintar melihat dagelan ala Cikeas, Hambalang, Sengkuni dan Makhluk dari gurun pasir di Arab sana!"
Si MHS: "Ok Pa. aku pinjam Avanza papa ntar pulang kuliah ya." pokoknya aku jamin kagak bakal meledak ban depannya!"
Papa: "Eh, mau kemana pulak kau?"
Si MHS: "Kerumah nenek pait lidah!" Mau nanya kok banyak diam belakangan ini!"
Papa: "Siapa pula nenek pait lidah itu?"
Si MHS: "Ah, mau tauk aja papa inilah, bye Pa!"
#SP#9818#SD12#

Kamis, 11 Juli 2019

KELEDAI BETINA DI KAMPUNG PARA DAENG


KELEDAI BETINA DI KAMPUNG PARA DAENG
Barusan pulang dari kerja, si TK kami memberondongku dengan celotehannya.
Si TK: "Pa, ternyata singa betina yang sama dengan kucing betina yang pernah kuceritain dulu itu bisa juga loh jadi keledai!"
Papa: "Apa pulak kau bilang cok, yang dulu aja papa masih bingung, sekarang kau samakan pulak dengan keledai betina. Macam mana sebenarnya gurumu si Miss Annie itu ngajarin kau."
Si TK: "Izzz...papa inilah!" betul kalipun yang kubilang ini Pa!"
Papa: "Macam mana pulak bisa betul kau bilang. masa singa di Solo bisa sama dengan kucing kesiram air got di Batam. sekarang kau tambah pulak jadi sama dengan keledai betina!" Dimana pula kali ini bisa kau sama samakan?"
Si TK: "Di kampung para Daeng Pa!"
Papa: "Bah, dimana pulak itu?"
Si TK: "Itu loh Pa di sebelah selatannya Celebes, kan 3 tahun lalu papa kesana buat buka pasar oncom!"
Papa: "Oh yang pinggir lautnya ada Losari itu nyah yang kau maksud?"
Si TK: "Iya Pa!" Tahu nggak katanya disana kucing betina yang tempo hari disiram air got di Batam itu mau unjuk taring lagi loh disana!"
Papa: "Tadi kau bilang keledai, macam mana pula keledai bisa bertaring? tanpa surai pula kan?"
Si TK: "Gini loh Pa, Senin kemarin kan Miss Annie ngajarin kami pepatah. Bunyinya: Tak kan jatuh keledai ke lubang yang sama. Kata Miss Annie artinya cuma orang, eh... maksudnya cuma keledai yang bodoh yang jatuh pada lubang yang sama. padahal kan keledai emang sudah bodoh dari sononya kan pa?"
Papa: "Iya sih. tapi kenapa pulak kau samakan singa dan kucing dengan keledai. beda kalipun mereka itu nak!"
Si TK: "Izzz...papa inilah. samalah pa! kan yang itu itu juga subyeknya!"
Papa: "Lah lubangnya kenapa bisa sama, kan lubang yang satu di batam, nah ini dikampung para Daeng seperti yang kau bilang barusan?!"
Si TK: "ya samalah Pa, kan dikampung para Daeng sikucing yang dikepret di Batam itu nggak boleh treak treak juga disana!"
Papa: "Darimana kau tahu?"
Si TK: "Melek Medsos lah Pa, jangan gaptek melulu, kan udah banyak tuh beritanya!"
Papa: "Lah terus kenapa kau bilang keledai?"
Si TK: "Ya keledai lah Pa. kan udah dikepret dan disiram air got di Batam, masa mau ada sekuelnya lagi dikampung para Daeng?" Itukan namanya keledai tak tahu malu yang doyan jatuh jatuhan dilubang yang sama!"
Papa: "Ah bisa aja kau Cok!" Mana emakmu?
Si TK: "Tuh dikamar dari tadi siang, sibuk nyeloteh sendirian didepan kaca."
Papa: "Loh kenapa emakmu bisa begitu?"
Si TK: "Kata emak masih penasaran jadi pemain sinetron, biar bisa ngetop trus ntar bisa lompat lompat profesi, makanya latihan terus. kata emak sudah ada sutradara yang nawarin emak main sinetron dengan judul "Losmen Jaman Now!"
Papa: "Ah ada ada aja emakmu itu, suruh masak ikan badut saja tak becus juga!"
Si TK: "Ikan badut yang nemo itu Pa?"
Papa: "Iya kenapa rupanya?"
Si TK: "Loh, papa nggak tahu?" kalau dilautan, keledai dikampung para Daeng itu kan biasa dipanggil nemo!"
Papa: "Ah banyak kali congormu, sudah sana panggil kakakmu, suruh cuci dulu Avanza Papa, biar cepat dingin mesinnya, nanti meledak pulak karna korsleting!"
Si TK: "Ok papa...."
#SP#7818#SD11#

DASI DAN KURSI EMPUK


DASI DAN KURSI EMPUK

Ucok Si TK kami sebelum berangkat sekolah nyeloteh.
Si TK: "Ssttt Pa, Bunda ulangtahun loh hari ini!"
PAPA: "udah tahu lagi!"
Si TK: "Kirain Papa lupa."
PAPA: "manalah mungkin lupa, kamu pikir Papa ini sejenis papa tambun itu, yang 10 tahun triak-triak supaya keluarganya jangan jadi maling, tapi malah rame-rame jadi rampok bermodalkan dasi dan kursi empuk."
Si TK: "Loh apa hubungannya dasi dan kursi empuk Pa?"
PAPA: "oh itu hubungan sebab akibat yang bisa dimulai dari yang manapun dari keduanya."
Si TK: "Maksudnya Pa?" Nggak ngerti nih Pa."
PAPA: " Maksudnya, kalau sdh jadi kaum berdasi bisa punya kursi empuk atau kalau sudah duduk dikursi empuk, bisa deh jadi kaum berdasi."
Si TK: "Tapi Pa, Miss aku, Miss Annie yang doyan pake kipas angin kecil pake batere kalau lagi jalan-jalan kok malah ngasih aku kursi kayu keras padahal aku kan selalu pakai dasi kalau sekolah?"
PAPA: " oh itu memang harusnya begitu!"
Si TK: "Harus begitu, maksudnya?"
PAPA: "ya Miss Annie itu, kalau buat anak-anak kecil kayak kamu, biarpun pakai dasi ya tetap dapat kursi kayu dan sekali sekali dikasih subsidi yang murahan supaya biar kalian yang kecil-kecil terpesona dengan kebaikannya."
Si TK: "Trus kursi empuknya dikemanain?"
PAPA: "oh itu cuma buat kalangan terbatas. cuma buat keluarga besar dan anak-anaknya doang!"
Si TK: "Maksudnya buat keluarga besarnya yang pada suka pakai jas hujan warna biru itu ya pa?"
PAPA: "loh kok bisa ngerti kamu?"
Si TK: "Ngertilah Pa, kan ada Bapak Uda yang sekarang jadi sopir pribadinya Papa Tambun itu disana."
PAPA: "bapak uda?" Siapa?
Si TK: "Itu loh Pa, Bapak uda yang doyan juga mainin bola di kantor PSSI. aku kan pernah dikasih duit sama dia waktu kumpulan marga kita februari lalu di senayan. tapi aku sih kagak mau Pa, takut ntar ketagihan dan dibilang orang miskin!"
PAPA: "trus?"
Si TK: "ya trus aku nggak mau nanti aku diajak tinggal dirumah Keluarga besar mereka di Sukamiskin."
PAPA: " Memangnya ada rumah mereka di Sukamiskin?"
Si TK: "Izzz... Papa inilah, masa nggak tahu sih?" Disana kan mereka kaya kaya loh Pa, kamar kamarnya aja mahal mahal. pokoknya enak loh mereka disana." tapi sayangnya anak bungsu Papa Tambun itu belum mau nginap disana."
PAPA: "Sok tahu kamu!" udah sana pakai sepatumu, udah kesiangan nih!"
Si TK: "Trus ulang tahun Bunda gimana Pa?" nggak makan-makan kita Pa?"
PAPA: "udahlah, nggak usah mewah-mewahan, Kita kan bagian dari 100 juta orang yang miskin kata Papa Tambun itu, jadi nggak berhak ulang tahun ulang tahunan!" Ntar sore kita makan kecil-kecilan aja di resto beefsteak yang didekat sekolah emakmu itu."
Si TK: " Loh kok?" itukan 1 porsi aja 1 juta Pa!"
PAPA: "sudahlah, nggak pa pa, kan Cikeas jauh dari Gading Serpong. Manalah dia tahu kita ini punya duit atau tidak."
Si TK: "Asseeekkk......ajak Miss Annie ya Pa?"
PAPA: "janganlah pulak, nanti habis kau difotonya, lagian kalau anaknya diajak, Papa nggak pede lihat Luis Vitton dipinggangnya!"
Si TK: "Apaan Pa?" Luis Vitton dipinggang, kok bisa?"
PAPA: "Ah sudah...sudah... Jadi Mayor dulu kau, nanti baru nyampe pikiranmu kesana!"
Si TK: "Jadi mayor?" SD aja masih jauh.....
#SP#6818#SD103

Minggu, 07 Juli 2019

SI TUA JAGO NYINYIR


Si Tua Jago Nyinyir
Tadi pas boncengan nganter bini kerja, ngobrollah kami.
BINI: "Pa, aku bawel ya?"
PAPA: "nggak juga sih."
BINI: "Ciyus lah honey!"
PAPA: "ciyus kalipun!. emangnya kenapa?
BINI: "kalau sama mamak bawelan mana?"
PAPA: "ah kau inilah...masa mau ngebandingin diri sama nyinyirnya opung-opung!"
BINI: "lah, emang nyinyir sdg trend ko Pa. jangankan Mamak yg udah tua dan cuma tamatan SD, Mertua laki-laki temannya teman FB ku aja katanya super nyinyir."
PAPA: "temannya teman FB mu? siapa?
BINI: "masa sih kagak tahu?!" Makanya Papa jangan bacaannya cuma Trubus sama majalah Misteri aja dong, sekali-sekali baca Pos Kota kek atau Kompas."
PAPA: "Ah, maklumlah kau disitu. aku baca trubus kan supaya bisa tahu perkembangan kedelai. mana tahu ada yang bisa direkayasa rasanya bisa kayak strawberry gitu. kan nanti bisa berimbas ke rasa oncom yang kuproduksi!"
BINI: "lah, baca majalah Misteri buat apa?
PAPA: "ah kalau itu aku cuma penasaran. pengen tahu tuh majalah ada nggak ngupas setan apa aja yang ada dicandi Hambalang!"
BINI: "loh, emangnya siapa yang ngebangun candi Hambalang?"
PAPA: " Ah, sudahlah. bukan urusanmu itu!" Roy Kiyoshi saja tak pernah sok kepo kesana untuk tahu setan apa saja yang pernah bancakan disana!"
BINI: "izzz... Papa inilah. Mana tahu kan aku bisa makin luas wawasanku, trus kalau aku lagi chatting sama edaku si Basaria Panjaitan itu, bisa nyambungkan!" terlalu pintar pulak itomu itu jadi perempuan Batak!"
PAPA: "lah. itu tadi Mertuanya temannya temanmu tadi siapa pulak maksudnya itu?"
BINI: "Oh dia?" izzz...kasian kali aku sama dia Pa. masa dipaksa-paksa jalan kaki dari Malioboro ke Kalijodo. kan kasihan ya Pa, udah tua, jago nyinyir, otak katanya 3 level lebih tinggi dari guru TK si Ucok kita yang...mmhhh..siapa Pa namanya, lupa pulak aku?"
PAPA: "Miss Annie!"
BINI: "hah..benar!" Miss Annie yang doyan nenteng Kodak sama Canon itu!" Pak tua itukan wakil Tuhan loh Pa di Indonesia ini. Makanya dia punya kuasa untuk bilang mana andong yang punya Tuhan dan mana yang milik setan!"
PAPA: "loh, kok nggak pernah dibahas di majalah Misteri?"
BINI: "nggak level lah Pa. kalau dia mah maunya dibahas di TV Siji atau minimal di majalah Popular atau Maxim!"
PAPA: "izzz...tak nyambung lagi honey!"
BINI: "lah itukan majalah untuk pria perkasa Pa. nyambunglah!" dia kan perkasa Pa. jalan-jalannya aja jauh walau dipaksa rakyat jelata. trus dia juga kan pede banget pengen jadi kepala pertiwi. kata dia sih banyak orang yang minta dia jadi kepala pertiwi sama kayak itu tuh temennya yang doyan nyinyir juga di media yang kelihatannya suka pake safari biru!"
PAPA: "bah...jauh kali sekarang cakap-cakapmu!"
BINI: "Loh wajar dong Pa. Tanteku aja bisa ngacak-ngacak penguasa danau toba. Malah cuma pake hp dia bisa ngangkat mobilnya dari balai kota balik kerumah!"
PAPA: "Siapa pulak lagi yang kau maksud?" yang tadipun belum kau kasih tahu siapa orangnya!"
BINI: "izzz...Papa inilah...tahu sendirilah, tak usah pake sebut nama, emangnya srikandi losmen pernah nyebut-nyebut nama gitu siapa yang nyuruh dia kalau ber-acting jadi pion rese depan lapak martabak
PAPA: "Ah, terserah kaulah!" yang penting jangan lagi kau berinovasi ngegoreng ikan nemo sama telor kayak kemarin itu. Tak enak pulak dilidahku. nah sudah sampai kau, nanti pulang sendiri ya, hati hati nyebrang di pelican cross, terlalu banyak rumput sama pelangi disana."
BINI: "Ok Papa, Salam sama sekretarismu si Firza ya! love you full!"
#SP#3818#SD9#

100 JUTA YANG MISKIN?


100 Juta Yang Miskin?

Subuh tadi Mamak-ku nelpon.
MAMAK: "Sudah bangun kau?"
PAPA: "Ya sudahlah Mak. lah kalau tidur macam mana pula bisa nrima telpon Mamak!"
MAMAK: "Baguslah. Jangan banyak-banyak tidur kau ya. nanti miskin kau!"
PAPA: "iya Mak. ada apa nelpon subuh-subuh begini?"
MAMAK: "nggak ada apa-apa, cuma mau nanya aja. berapa nyah gaji kau sekarang?"
PAPA: "izzz...Mamak inilah, subuh subuh nelpon cuma mau nanya gaji awak!"
MAMAK: "Jangan banyak kali ngelesmu. jawab aja. berapa?"
PAPA: "Kalau ditotal total sih cuma 13 juta, Mak!"
MAMAK: "kalau Binimu?"
PAPA: "apa pulak Mamak ini, yang jadi petugas pajak nyah Mamak sekarang?"
MAMAK: "Cepatlah kau jawab saja!" Jangan kau serempet-serempetkan aku sama si Gayus hula-hulamu itu!"
PAPA: "Gaji Biniku terima bersih sudah dipotong pajak 7,5 juta, Mak!"
MAMAK: "cukup nyah semua itu buat kalian sekeluarga tiap bulan?"
PAPA: "cukuplah Mak, lebih malah!"
MAMAK: "Tapi kalian kan lagi nguliahin si kakak. trus itu siucok sudah TK pulak."
PAPA: "Cukup Mak. kan dulu ada asuransinya."
MAMAK: "Bah, aneh kalipun?!"
PAPA: "Apanya yang aneh mak?"
MAMAK: "Kemarin kutanya semua adik-adikmu, apa mereka kekurangan atau tidak, mereka jawab, tidak, berlebihan malah!" Trus tukang ikan teri langgananku dipasar juga kutanya, apa mereka miskin atau tidak, tapi jawabnya tidak, malah teman-temannya yang lain kayak si Udin, Si Tengku, Wayan, Paijo situkang warteg dan si Badri, Madura penjual sate itu bilang mereka tidak miskin!"
PAPA: "trus siapa lagi Mamak tanya?
MAMAK: "Banyaklah, termasuk itu tukang tukang ojek online yang ngetem disebelah rumah yang kosong dekat Mushola itupun bilang mereka cukup-cukup saja. Pokoknya belum ada aku dapatkan yang ngeluh karena miskin!"
PAPA: "si Inah yang cuci gosok dirumah mamak sudah ditanya?"
MAMAK: " ya sudahlah pulak. justru dia yang duluan kutanya."
PAPA: "Apa jawabnya?"
MAMAK: "Dia bilang kalau untuk makan dan nyekolahkan si Asep anaknya yang masih SMP itu, cukup nyah katanya, dan dia bilang tidak miskin-miskin kalipun keluarganya!"
PAPA: "Lah terus apa maksud Mamak nanya-nanya orang pada miskin atau tidak?"
MAMAK: "inilah Mamak kau ini. terus kepo kalau ada berita banyak rakyat yang miskin katanya. sampai seratus juta pulak!"
PAPA: "terus sekarang Mamak mau ngapain lagi?"
MAMAK: "ah sudahlah, capek kalipun aku keliling-keliling cari yang ngaku-ngaku miskin tapi tak ada kudapat, itu malah mol dekat rumah kita dari pagi sampai sore membludak terus, itukan artinya pada banyak uang. Buat jalan keliling nyari udara dinginpun susah Mamakmu ini!"
PAPA: "Ya udahlah Mak, nggak usah dipikirin lagi!"
MAMAK: ok lah. oh ya kirim dulu uang 500 ribu sama pinjamkan dulu motor trail yang biasa kau pake buat racing itu!"
PAPA:"loh, buat apa Mak?"
MAMAK: "Mau ke Cikeas dulu aku. abis itu lanjut ke Hambalang!"
PAPA: "Ngapain kesana Mak?"
MAMAK: "cuma mau nanya saja nyah aku."
PAPA: " Nanya sama siapa?"
MAMAK: "ah, pake nanya pulak kau, masa tak tahu kau. Biar tuntas dulu soal miskin-miskin ini!"
PAPA: "Trus yang 500 ribu buat apa?"
MAMAK: "Bah, mana tahu mereka yang miskin rupanya. Biar nanti bisa kukasih uang itu. masing masing 250 ribu, kan lumayan buat beli pewangi."
PAPA: kok pewangi?"
MAMAK: "iyalah pulak, mana tahu saking miskinnya mereka sampai-sampai tak bisa beli pewangi
PAPA: "parfum pewangi badan Mak?"
MAMAK: : bukanlah pulak. pewangi mulutlah, siapa tahu saking miskinnya, tak bisa mereka beli pewangi untuk mulut. kan lumayan bisa mengurangi bau busuknya!"
PAPA: "ah terserah Mamaklah!"
#SP#2818#SD8#

Minggu, 30 Juni 2019

LEBAY EXTRAVAGANZA


LEBAY EXTRAVAGANZA
Barusan Anakku yang mahasiswa semester III kirim messenger.
Si MHS: "Pa, sudah nyampe kantor?"
PAPA: "Sudah, memangnya kenapa?"
Si MHS: "Tadi Papa posting obrolan sama dedek ya?"
PAPA: "Yang mana? Daritadi Papa banyak posting tulisan?"
Si MHS: "Itu tuh yang tentang si Tukang Kayu dari Kehutanan yang mau dikeroyok sama Jenderal-Jenderal!"
PAPA: "Oh itu. Iya, memangnya kenapa?"
Si MHS: "Izzz....papa inilah!" Memangnya Papa kagak takut apa?"
PAPA: "Takut kenapa?" Ditangkap?" Lah itukan cuma kritik sosial dari hasil olah pikir Papa plus dulu kan memang Papa tukang bikin script nya lenong tempat Papa nyambi cari tambahan dana buat ongkos kerumah emakmu sekalian sekali-sekali nraktir dia makan diwarteg dan nonton dangdutan disunatan kampung dekat rumah emakmu. Lah kalau nonton dangdutan kan mesti sambil ngemil bala-bala biar romantis kayak kamu nonton bareng gebetanmu di XXI tapi duitnya ngembat dari ngumpulin recehan buat Pak Ogah dijalan!"
Si MHS: "Izzz....Papa inilah, buka aibku pula sama publik!"
PAPA: "Kagak lagi nak!" Papa kan cuma bertrue story ria." Lah, tadi maksudnya takut itu apa?"
Si MHS: "Gini loh Pa, aku tuh takut Papa jadi beken kayak Tulang Denny Siregar atau Bang Birgaldo Sinaga atau juga sekeren Ustad Abu Jandal!"
PAPA: "Trus...?"
Si MHS: "Ya trus kalau ada penerbit yang minta tulisan tulisan Papa diterbitkan jadi buku kan papa bisa jadi beken!"
PAPA: "Masa sih segitu jauh kamu mikirnya?" Lah memangnya kenapa kalau papamu beken?"
Si MHS: "Loh bahaya lah Pa! Kalau udah beken ntar Papa kan bisa diundang sama program TV Indonesian Lier Community. Trus papa ngoceh nembak sana sini. Semua topik papa bisa ocehin, sok pintar kayak temennya dosen aku si Rocky Gerung!"
PAPA: "Loh kok kamu bawa bawa nama si Gerung?"
Si MHS: "Lah iya lah Pa. Dia kan disuruh bahas apa aja kan jago banget nyinyirnya, emak aja kalah nyinyir walaupun emak lebih cantik dan sering pakai rok daripada si Gerung!"
PAPA: "Huzzzz...kagak boleh begitu sama Om Gerung. Dia kan juga manusia biasa, bisa nyinyir walaupun kagak suka pakai rok dan beha!"
Si MHS: "Alahh..papa juga sebel kan kalau nonton nyinyirnya, buktinya kalau habis nonton ILC papa pasti lansung nenggak Amlodiphine, yang 10 Mg pulak."
PAPA: " Iya sih. Lah itu tadi apa hubungannya tulisan-tulisan papa dengan jadi terkenal?"
Si MHS: "Izzz...papa inilah, percuma dulu kuliah hukum. Nggak ada gitu ngerti arti teori sebab akibat atau teori relasi relasi sosial?"
PAPA: "Ah papa mah cukup jadi pengusaha oncom aja. Toh papa bisa nguliahin kamu dan nyekolahin adikmu yang masih TK itu!"
Si MHS: "Iya sih, tapi kalau papa jadi beken, kan papa bisa dilamar sama parpol jadi caleg trus jadi pengurus DPP Parpol trus dicalonin jadi ketua partai trus dicalonin lagi jadi presiden walau papa nggak pernah nunggang kuda dan apalagi kebo.
PAPA: "Segitu njelimetnya analisamu!"
Si MHS: "Nggak juga sih Pa. Aku cuma khawatir nanti kalau papa jadi presiden trus bisa 2 periode pulak, kan berabe tuh kalau nanti aku papa paksa paksa kayak barang dagangan ditawarin sana sini biar jadi pejabat. Belum lagi emak yang tadinya hobi nyari kutu berubah hobi nyari angle buat difoto foto sambil pake kacamata item pulak!"
PAPA: "Ah lebay kamu!"
Si MHS: "yaelah Papa, apa papa rela ntar sidedek yg msh TK pas msh baru tamat SMA trus ngebet jadi anggota DPR, ketua fraksi pulak!"
PAPA: "Udah-udah, kagak usah kebanyakan ngelindur kamu! Kuliah aja baik-baik, ntar ambil S2 ke Amrik. Kalau papa jadi anggota DPR ntar papa minta kedubes kita disana untuk ngurusin semua tetek bengekmu!"
Si MHS: "Izzz...ini mah malah papa yang lebay extravaganza!"
#SP#1818#SD7#

KULIAH KEHUTANAN DI PAPUA


KULIAH KEHUTANAN DI PAPUA
Tadi pas nganter ke sekolah anakku yang TK ngajak ngobrol:
Si TK: "Pa, kalau aku sudah besar pengen kuliah di Papua!"
Papa: "Kok di Papua?"
Si TK: "Iya dong Pa, keren, ntar aku bisa jadi Presiden loh!"
Papa: "Tapi Papa pengennya kamu masuk taruna supaya jadi Jenderal."
Si TK: "Ogah ah...takut putus ditengah karir!"
Papa: "Maksudmu?"
Si TK: "Ya iyalah putus ditengah karir. Soalnya kalau aku sdh jadi perwira trus Papa pensiun, kan jadi putus deh karirku krn Papa minta aku nerusin usaha Papa jadi pengusaha oncom!"
Papa: "Lah itukan demi kebaikanmu dan menjaga kehormatan keluarga besar kita."
Si TK: "Males ah Pa. Aku kan bukan kayak anaknya kepala security di pabrik Papa, apa apa semua ngikutin apa maunya Papa dan mamanya, kayak nggak punya prinsip aja!"
Papa: " Lah terus tadi kuliah ke Papua memangnya mau ambil bagian apa?"
Si TK: "Kehutanan Pa!"
Papa: "Loh kok?, kagak salah tuh?"
Si TK: "Ya nggak lah Pa. Kalau aku ambil kehutanan di Papua kan bisa lebih menghayati krn disanakan masih banyak Hutan!"
Papa: "Lah, memangnya kenapa kalau banyak hutannya?"
Si TK: "Papa...papa...!" Gimana sih?!" Kalau banyak hutan kan berarti banyak kayunya!
Papa: "Lah kalau banyak kayunya memangnya kenapa?"
Si TK: "Gini loh Pa, kalau banyak kayu maka aku juga bisa jadi tukang kayu!"
Papa: "Busyet deh Nak, kuliah kehutanan tapi kok mau jadi tukang kayu. Kagak salah tuh, memangnya apa hebatnya tukang kayu?"
Si TK: "Izzz...Papa inilah, nganggap sepele. Tahu nggak, Jogja aja yg kagak punya banyak hutan bisa menghasilkan anak kehutanan yang sukses jadi tukang kayu malah sekarang jadi orang hebat lagi!"
Papa: "Trus apa hubungannya dengan cita-citamu tadi?"
Si TK: "Jelas berhubungan dong Pa!" Tukang kayu yg sekolah di Jogja aja dulu bisa ngalahin Jenderal, malah nanti katanya malah ngadepin keroyokan Jenderal-Jenderal, apalagi aku kalau sekolah kehutanan di Papua yang banyak hutannya, pasti bakal lebih hebat dong!
Papa: "Oohhhhh....gitu ya!" Nah udah sampai disekolahmu. Sana masuk!" Belajar baik-baik ya. Jangan main perang-perangan dikelas ya, ntar temanmu ada yang suka jadi korban lagi. Salam sama gurumu, Miss Annie yang doyan main instagram itu ya!"
Si TK: "Ok Papa!"
#SP#1818#sd6#