Translate

Minggu, 07 Juli 2019

SI TUA JAGO NYINYIR


Si Tua Jago Nyinyir
Tadi pas boncengan nganter bini kerja, ngobrollah kami.
BINI: "Pa, aku bawel ya?"
PAPA: "nggak juga sih."
BINI: "Ciyus lah honey!"
PAPA: "ciyus kalipun!. emangnya kenapa?
BINI: "kalau sama mamak bawelan mana?"
PAPA: "ah kau inilah...masa mau ngebandingin diri sama nyinyirnya opung-opung!"
BINI: "lah, emang nyinyir sdg trend ko Pa. jangankan Mamak yg udah tua dan cuma tamatan SD, Mertua laki-laki temannya teman FB ku aja katanya super nyinyir."
PAPA: "temannya teman FB mu? siapa?
BINI: "masa sih kagak tahu?!" Makanya Papa jangan bacaannya cuma Trubus sama majalah Misteri aja dong, sekali-sekali baca Pos Kota kek atau Kompas."
PAPA: "Ah, maklumlah kau disitu. aku baca trubus kan supaya bisa tahu perkembangan kedelai. mana tahu ada yang bisa direkayasa rasanya bisa kayak strawberry gitu. kan nanti bisa berimbas ke rasa oncom yang kuproduksi!"
BINI: "lah, baca majalah Misteri buat apa?
PAPA: "ah kalau itu aku cuma penasaran. pengen tahu tuh majalah ada nggak ngupas setan apa aja yang ada dicandi Hambalang!"
BINI: "loh, emangnya siapa yang ngebangun candi Hambalang?"
PAPA: " Ah, sudahlah. bukan urusanmu itu!" Roy Kiyoshi saja tak pernah sok kepo kesana untuk tahu setan apa saja yang pernah bancakan disana!"
BINI: "izzz... Papa inilah. Mana tahu kan aku bisa makin luas wawasanku, trus kalau aku lagi chatting sama edaku si Basaria Panjaitan itu, bisa nyambungkan!" terlalu pintar pulak itomu itu jadi perempuan Batak!"
PAPA: "lah. itu tadi Mertuanya temannya temanmu tadi siapa pulak maksudnya itu?"
BINI: "Oh dia?" izzz...kasian kali aku sama dia Pa. masa dipaksa-paksa jalan kaki dari Malioboro ke Kalijodo. kan kasihan ya Pa, udah tua, jago nyinyir, otak katanya 3 level lebih tinggi dari guru TK si Ucok kita yang...mmhhh..siapa Pa namanya, lupa pulak aku?"
PAPA: "Miss Annie!"
BINI: "hah..benar!" Miss Annie yang doyan nenteng Kodak sama Canon itu!" Pak tua itukan wakil Tuhan loh Pa di Indonesia ini. Makanya dia punya kuasa untuk bilang mana andong yang punya Tuhan dan mana yang milik setan!"
PAPA: "loh, kok nggak pernah dibahas di majalah Misteri?"
BINI: "nggak level lah Pa. kalau dia mah maunya dibahas di TV Siji atau minimal di majalah Popular atau Maxim!"
PAPA: "izzz...tak nyambung lagi honey!"
BINI: "lah itukan majalah untuk pria perkasa Pa. nyambunglah!" dia kan perkasa Pa. jalan-jalannya aja jauh walau dipaksa rakyat jelata. trus dia juga kan pede banget pengen jadi kepala pertiwi. kata dia sih banyak orang yang minta dia jadi kepala pertiwi sama kayak itu tuh temennya yang doyan nyinyir juga di media yang kelihatannya suka pake safari biru!"
PAPA: "bah...jauh kali sekarang cakap-cakapmu!"
BINI: "Loh wajar dong Pa. Tanteku aja bisa ngacak-ngacak penguasa danau toba. Malah cuma pake hp dia bisa ngangkat mobilnya dari balai kota balik kerumah!"
PAPA: "Siapa pulak lagi yang kau maksud?" yang tadipun belum kau kasih tahu siapa orangnya!"
BINI: "izzz...Papa inilah...tahu sendirilah, tak usah pake sebut nama, emangnya srikandi losmen pernah nyebut-nyebut nama gitu siapa yang nyuruh dia kalau ber-acting jadi pion rese depan lapak martabak
PAPA: "Ah, terserah kaulah!" yang penting jangan lagi kau berinovasi ngegoreng ikan nemo sama telor kayak kemarin itu. Tak enak pulak dilidahku. nah sudah sampai kau, nanti pulang sendiri ya, hati hati nyebrang di pelican cross, terlalu banyak rumput sama pelangi disana."
BINI: "Ok Papa, Salam sama sekretarismu si Firza ya! love you full!"
#SP#3818#SD9#

100 JUTA YANG MISKIN?


100 Juta Yang Miskin?

Subuh tadi Mamak-ku nelpon.
MAMAK: "Sudah bangun kau?"
PAPA: "Ya sudahlah Mak. lah kalau tidur macam mana pula bisa nrima telpon Mamak!"
MAMAK: "Baguslah. Jangan banyak-banyak tidur kau ya. nanti miskin kau!"
PAPA: "iya Mak. ada apa nelpon subuh-subuh begini?"
MAMAK: "nggak ada apa-apa, cuma mau nanya aja. berapa nyah gaji kau sekarang?"
PAPA: "izzz...Mamak inilah, subuh subuh nelpon cuma mau nanya gaji awak!"
MAMAK: "Jangan banyak kali ngelesmu. jawab aja. berapa?"
PAPA: "Kalau ditotal total sih cuma 13 juta, Mak!"
MAMAK: "kalau Binimu?"
PAPA: "apa pulak Mamak ini, yang jadi petugas pajak nyah Mamak sekarang?"
MAMAK: "Cepatlah kau jawab saja!" Jangan kau serempet-serempetkan aku sama si Gayus hula-hulamu itu!"
PAPA: "Gaji Biniku terima bersih sudah dipotong pajak 7,5 juta, Mak!"
MAMAK: "cukup nyah semua itu buat kalian sekeluarga tiap bulan?"
PAPA: "cukuplah Mak, lebih malah!"
MAMAK: "Tapi kalian kan lagi nguliahin si kakak. trus itu siucok sudah TK pulak."
PAPA: "Cukup Mak. kan dulu ada asuransinya."
MAMAK: "Bah, aneh kalipun?!"
PAPA: "Apanya yang aneh mak?"
MAMAK: "Kemarin kutanya semua adik-adikmu, apa mereka kekurangan atau tidak, mereka jawab, tidak, berlebihan malah!" Trus tukang ikan teri langgananku dipasar juga kutanya, apa mereka miskin atau tidak, tapi jawabnya tidak, malah teman-temannya yang lain kayak si Udin, Si Tengku, Wayan, Paijo situkang warteg dan si Badri, Madura penjual sate itu bilang mereka tidak miskin!"
PAPA: "trus siapa lagi Mamak tanya?
MAMAK: "Banyaklah, termasuk itu tukang tukang ojek online yang ngetem disebelah rumah yang kosong dekat Mushola itupun bilang mereka cukup-cukup saja. Pokoknya belum ada aku dapatkan yang ngeluh karena miskin!"
PAPA: "si Inah yang cuci gosok dirumah mamak sudah ditanya?"
MAMAK: " ya sudahlah pulak. justru dia yang duluan kutanya."
PAPA: "Apa jawabnya?"
MAMAK: "Dia bilang kalau untuk makan dan nyekolahkan si Asep anaknya yang masih SMP itu, cukup nyah katanya, dan dia bilang tidak miskin-miskin kalipun keluarganya!"
PAPA: "Lah terus apa maksud Mamak nanya-nanya orang pada miskin atau tidak?"
MAMAK: "inilah Mamak kau ini. terus kepo kalau ada berita banyak rakyat yang miskin katanya. sampai seratus juta pulak!"
PAPA: "terus sekarang Mamak mau ngapain lagi?"
MAMAK: "ah sudahlah, capek kalipun aku keliling-keliling cari yang ngaku-ngaku miskin tapi tak ada kudapat, itu malah mol dekat rumah kita dari pagi sampai sore membludak terus, itukan artinya pada banyak uang. Buat jalan keliling nyari udara dinginpun susah Mamakmu ini!"
PAPA: "Ya udahlah Mak, nggak usah dipikirin lagi!"
MAMAK: ok lah. oh ya kirim dulu uang 500 ribu sama pinjamkan dulu motor trail yang biasa kau pake buat racing itu!"
PAPA:"loh, buat apa Mak?"
MAMAK: "Mau ke Cikeas dulu aku. abis itu lanjut ke Hambalang!"
PAPA: "Ngapain kesana Mak?"
MAMAK: "cuma mau nanya saja nyah aku."
PAPA: " Nanya sama siapa?"
MAMAK: "ah, pake nanya pulak kau, masa tak tahu kau. Biar tuntas dulu soal miskin-miskin ini!"
PAPA: "Trus yang 500 ribu buat apa?"
MAMAK: "Bah, mana tahu mereka yang miskin rupanya. Biar nanti bisa kukasih uang itu. masing masing 250 ribu, kan lumayan buat beli pewangi."
PAPA: kok pewangi?"
MAMAK: "iyalah pulak, mana tahu saking miskinnya mereka sampai-sampai tak bisa beli pewangi
PAPA: "parfum pewangi badan Mak?"
MAMAK: : bukanlah pulak. pewangi mulutlah, siapa tahu saking miskinnya, tak bisa mereka beli pewangi untuk mulut. kan lumayan bisa mengurangi bau busuknya!"
PAPA: "ah terserah Mamaklah!"
#SP#2818#SD8#

Minggu, 30 Juni 2019

LEBAY EXTRAVAGANZA


LEBAY EXTRAVAGANZA
Barusan Anakku yang mahasiswa semester III kirim messenger.
Si MHS: "Pa, sudah nyampe kantor?"
PAPA: "Sudah, memangnya kenapa?"
Si MHS: "Tadi Papa posting obrolan sama dedek ya?"
PAPA: "Yang mana? Daritadi Papa banyak posting tulisan?"
Si MHS: "Itu tuh yang tentang si Tukang Kayu dari Kehutanan yang mau dikeroyok sama Jenderal-Jenderal!"
PAPA: "Oh itu. Iya, memangnya kenapa?"
Si MHS: "Izzz....papa inilah!" Memangnya Papa kagak takut apa?"
PAPA: "Takut kenapa?" Ditangkap?" Lah itukan cuma kritik sosial dari hasil olah pikir Papa plus dulu kan memang Papa tukang bikin script nya lenong tempat Papa nyambi cari tambahan dana buat ongkos kerumah emakmu sekalian sekali-sekali nraktir dia makan diwarteg dan nonton dangdutan disunatan kampung dekat rumah emakmu. Lah kalau nonton dangdutan kan mesti sambil ngemil bala-bala biar romantis kayak kamu nonton bareng gebetanmu di XXI tapi duitnya ngembat dari ngumpulin recehan buat Pak Ogah dijalan!"
Si MHS: "Izzz....Papa inilah, buka aibku pula sama publik!"
PAPA: "Kagak lagi nak!" Papa kan cuma bertrue story ria." Lah, tadi maksudnya takut itu apa?"
Si MHS: "Gini loh Pa, aku tuh takut Papa jadi beken kayak Tulang Denny Siregar atau Bang Birgaldo Sinaga atau juga sekeren Ustad Abu Jandal!"
PAPA: "Trus...?"
Si MHS: "Ya trus kalau ada penerbit yang minta tulisan tulisan Papa diterbitkan jadi buku kan papa bisa jadi beken!"
PAPA: "Masa sih segitu jauh kamu mikirnya?" Lah memangnya kenapa kalau papamu beken?"
Si MHS: "Loh bahaya lah Pa! Kalau udah beken ntar Papa kan bisa diundang sama program TV Indonesian Lier Community. Trus papa ngoceh nembak sana sini. Semua topik papa bisa ocehin, sok pintar kayak temennya dosen aku si Rocky Gerung!"
PAPA: "Loh kok kamu bawa bawa nama si Gerung?"
Si MHS: "Lah iya lah Pa. Dia kan disuruh bahas apa aja kan jago banget nyinyirnya, emak aja kalah nyinyir walaupun emak lebih cantik dan sering pakai rok daripada si Gerung!"
PAPA: "Huzzzz...kagak boleh begitu sama Om Gerung. Dia kan juga manusia biasa, bisa nyinyir walaupun kagak suka pakai rok dan beha!"
Si MHS: "Alahh..papa juga sebel kan kalau nonton nyinyirnya, buktinya kalau habis nonton ILC papa pasti lansung nenggak Amlodiphine, yang 10 Mg pulak."
PAPA: " Iya sih. Lah itu tadi apa hubungannya tulisan-tulisan papa dengan jadi terkenal?"
Si MHS: "Izzz...papa inilah, percuma dulu kuliah hukum. Nggak ada gitu ngerti arti teori sebab akibat atau teori relasi relasi sosial?"
PAPA: "Ah papa mah cukup jadi pengusaha oncom aja. Toh papa bisa nguliahin kamu dan nyekolahin adikmu yang masih TK itu!"
Si MHS: "Iya sih, tapi kalau papa jadi beken, kan papa bisa dilamar sama parpol jadi caleg trus jadi pengurus DPP Parpol trus dicalonin jadi ketua partai trus dicalonin lagi jadi presiden walau papa nggak pernah nunggang kuda dan apalagi kebo.
PAPA: "Segitu njelimetnya analisamu!"
Si MHS: "Nggak juga sih Pa. Aku cuma khawatir nanti kalau papa jadi presiden trus bisa 2 periode pulak, kan berabe tuh kalau nanti aku papa paksa paksa kayak barang dagangan ditawarin sana sini biar jadi pejabat. Belum lagi emak yang tadinya hobi nyari kutu berubah hobi nyari angle buat difoto foto sambil pake kacamata item pulak!"
PAPA: "Ah lebay kamu!"
Si MHS: "yaelah Papa, apa papa rela ntar sidedek yg msh TK pas msh baru tamat SMA trus ngebet jadi anggota DPR, ketua fraksi pulak!"
PAPA: "Udah-udah, kagak usah kebanyakan ngelindur kamu! Kuliah aja baik-baik, ntar ambil S2 ke Amrik. Kalau papa jadi anggota DPR ntar papa minta kedubes kita disana untuk ngurusin semua tetek bengekmu!"
Si MHS: "Izzz...ini mah malah papa yang lebay extravaganza!"
#SP#1818#SD7#

KULIAH KEHUTANAN DI PAPUA


KULIAH KEHUTANAN DI PAPUA
Tadi pas nganter ke sekolah anakku yang TK ngajak ngobrol:
Si TK: "Pa, kalau aku sudah besar pengen kuliah di Papua!"
Papa: "Kok di Papua?"
Si TK: "Iya dong Pa, keren, ntar aku bisa jadi Presiden loh!"
Papa: "Tapi Papa pengennya kamu masuk taruna supaya jadi Jenderal."
Si TK: "Ogah ah...takut putus ditengah karir!"
Papa: "Maksudmu?"
Si TK: "Ya iyalah putus ditengah karir. Soalnya kalau aku sdh jadi perwira trus Papa pensiun, kan jadi putus deh karirku krn Papa minta aku nerusin usaha Papa jadi pengusaha oncom!"
Papa: "Lah itukan demi kebaikanmu dan menjaga kehormatan keluarga besar kita."
Si TK: "Males ah Pa. Aku kan bukan kayak anaknya kepala security di pabrik Papa, apa apa semua ngikutin apa maunya Papa dan mamanya, kayak nggak punya prinsip aja!"
Papa: " Lah terus tadi kuliah ke Papua memangnya mau ambil bagian apa?"
Si TK: "Kehutanan Pa!"
Papa: "Loh kok?, kagak salah tuh?"
Si TK: "Ya nggak lah Pa. Kalau aku ambil kehutanan di Papua kan bisa lebih menghayati krn disanakan masih banyak Hutan!"
Papa: "Lah, memangnya kenapa kalau banyak hutannya?"
Si TK: "Papa...papa...!" Gimana sih?!" Kalau banyak hutan kan berarti banyak kayunya!
Papa: "Lah kalau banyak kayunya memangnya kenapa?"
Si TK: "Gini loh Pa, kalau banyak kayu maka aku juga bisa jadi tukang kayu!"
Papa: "Busyet deh Nak, kuliah kehutanan tapi kok mau jadi tukang kayu. Kagak salah tuh, memangnya apa hebatnya tukang kayu?"
Si TK: "Izzz...Papa inilah, nganggap sepele. Tahu nggak, Jogja aja yg kagak punya banyak hutan bisa menghasilkan anak kehutanan yang sukses jadi tukang kayu malah sekarang jadi orang hebat lagi!"
Papa: "Trus apa hubungannya dengan cita-citamu tadi?"
Si TK: "Jelas berhubungan dong Pa!" Tukang kayu yg sekolah di Jogja aja dulu bisa ngalahin Jenderal, malah nanti katanya malah ngadepin keroyokan Jenderal-Jenderal, apalagi aku kalau sekolah kehutanan di Papua yang banyak hutannya, pasti bakal lebih hebat dong!
Papa: "Oohhhhh....gitu ya!" Nah udah sampai disekolahmu. Sana masuk!" Belajar baik-baik ya. Jangan main perang-perangan dikelas ya, ntar temanmu ada yang suka jadi korban lagi. Salam sama gurumu, Miss Annie yang doyan main instagram itu ya!"
Si TK: "Ok Papa!"
#SP#1818#sd6#

Rabu, 26 Juni 2019

TELOR DIMAKAN KUDA

TELOR DIMAKAN KUDA
Mama yang melahirkanku tadi menelepon.
Mama: "Dimana kau?"
Papa (Anak Mama): "Dikantor lah mak." Ada apa, Mak?"
Mama: "Tolong dulu kau belikan telor dan kirim ke teman-teman mamak!"
Papa: "Teman yang mana Mak?"
Mama: "Itu loh teman-teman mamak yang pintar nyeloteh dijalanan sambil pamer-pamer kacamata hitam sama gelang-gelang emas."
Papa: "Lah, ngapain mamak kirimin mereka telor?"
Mama: "Kasihan lah, kayaknya tak sanggup mereka beli telor."
Papa: "Lah, katanya pakai gelang-gelang emas, berarti kan mampu!"
Mama: "Ah sudahlah, kau kirim sajalah. dulu mereka memang mampu, tapi sejak naik 500 perak telur sebutir, mereka sudah tak mampu lagi!"
Papa: "Kok bisa?" kan naiknya juga bukan permanen. lagian mending aku kirim telor saja sama mamak."
Mama: "Tak perlu telor sama aku, aku sudah tua, kebanyakan kolesterol nanti. lagian ikan teri nyah yang kusuka, itupun sekali-kali ikan asin. kalau telor, nanti ngap-ngap an jantungku, lagian bapakmu pun kan sudah tua. tak perlu lagi telor sama dia!"
Papa: "Loh, tapi kan teman-teman mamak pun kan sudah pada tua?"
Mama: "Memang mereka sudah pada tua, tapi junjungan mereka kan belum pada tua syahwatnya. mereka butuh telor untuk meningkatkan performa meraih kursi-kursi empuk sekalipun dikursi-kursi itu nanti agenda tentang telor untuk rakyat raib dimakan kuda!"
Papa: "Kok kuda sih mak?"
Mama: "Itulah kau, percuma sarjana. belum tahu kau kan kalau telor bisa dimakan kuda. Tapi mamak yakin, penunggang kudanya pasti tak perlu lagi sama telor. selain sudah expired, toh tak ada lagi yang masakin telor buat dia!"
Papa: "Izzz mamak inilah...sok tauk kali!"
Mama: "Tak percaya kau?" Sana ke Cendana, kau tanya sendirilah!"
#SP#310718#SD5#

MANTAN WANTS COME BACK

MANTAN WANTS COME BACK
Jam 02.00, Mantanku nge-WA.
Mantan: "Pa kbr?"
Papa: "Baik, kamu?"
Mantan: "lumayanlah."
Papa: "Tumben, ada apa nih?"
Mantan: "Nggak pa-pa, cuma kangen."
Papa: "Jam segini?" Nggak bisa tidur ya?"
Mantan: "Iya nih, kebayang terus, masa-masa dulu sama kamu 10 tahun!"
Papa: "Aduh, nggak usah diingat-ingat lagi deh, kan kita masing-masing udah punya pasangan."
Mantan: "Iya sih. Tapi sekarang udah tambah gemuk loh."
Papa: "Mmhhh...sorry, kamu masih baper-an nggak?"
Mantan: "Ihhh..., kamu gitu deh, itu kan udah bawaan lahir lagi!"
Papa: "Maaf. By the way masih piara kebo ya?"
Mantan: "Isshh, ingat aja! Masih sih."
Papa: Denger-Denger anakmu udah jadi kepala security?"
Mantan: "Kamu kok tahu aja sih?" Masih mikirin aku ya?"
Papa: "Gimana nggak mikirin, belakangan ini kamu kan suka curhatan lagi dimana-mana!"
Mantan: "Maklumlah, aku kan pengen eksis lagi. Ntar kalau aku bisa eksis lagi, kan lumayan bisa ngangkat harkat dan martabat keluargaku." Lah itu tadi anakku yg kepala security malah udah kuminta pensiun dini supaya bisa nerusin jabatanku dulu!"
Papa: " Kamu itulah, ambisius banget!" Padahal anakmu itukan gagal jadi lurah loh, masa didorong-dorong lagi jadi bupati. Nggak ketinggian? Dia kan masih muda, lagian pengalamannya cuma jago main pentungan security. Kasihan dong didorong-dorong gitu!"
Mantan: "Yah, namanya juga usaha."
Papa: "Kudengar kamu bikin villa gagal ya?"
Mantan: "Iya nih, gagal gara-gara uangnya habis dipakai sama sanak saudaraku."
Papa: "Kok bisa?"
Mantan: "Ya bisalah, habisnya sibungsu kami ikut-ikutan ngeramein!"
Papa: "Gimana bisnismu sama si juragan kuda?"
Mantan: "Terpaksa aku terima, soalnya dia ngebet banget pengen jadi CEO. Lah aku juga kan pengen anakku bisa dipromoin minimal jadi vice-nyalah."
Papa: "Lah, kudengar si juragan kuda gagal melulu tuh jadi CEO, kurang modal katanya."
Mantan: "Nggak pa -pa. Kali ini pasti menang, soalnya sudah direstui sama jagoannya padang gurun yang mantan pelari jarak jauh."
Papa: " Hebat!" Udah ya aku sudah ngantuk nih!"
Mantan: "Ok deh, sorry ya udah ngeganggu, soalnya cuma kamu yang sanggup ngedengerin nyinyirnya aku."
Papa: "Nggak pa-pa. Oh ya salam ya sama si juragan kuda dan bang Rhoma!
#SP#31718#SD4#

Minggu, 23 Juni 2019

PESINETRON JADI PRIMADONA PARPOL


PESINETRON JADI PRIMADONA PARPOL
Barusan biniku nge-WA.
Bini: "Lagi ngapain Pa?"
Papa: "Mandangin fotomu di FB."
Bini: "Lebay ah!"
Papa: Kok lebay honey, kan kaum kalian memang senang diperhatiin." Ada apa nge WA?"
Bini: "Mau minta ijin."
Papa: "Ijin apaan?"
Bini: "Main sinetron!"
Papa: "What?" Memangnya masih punya waktu?"
Bini: "Ya tinggal diaturlah!"
Papa: "Bunda pasti punya motivasi lain nih."
Bini: "Nggak juga!"
Papa: "Jadi?"
Bini: "Gini loh Pa, kalau aku main sinetron, ya...yang abal-abal aja, kan nantinya aku bakal gampang jadi public figure."
Papa: "Trus?"
Bini: "Nah kalau udah jadi Public Figure, pastinya aku dikejar-kejar sama Parpol, tapi aku sih maunya Parpol yang kenceng agamanya, biar aku kelihatan soleh dan bener semua omongannya."
Papa: "Abis itu?"
Bini: "Abis itu ya aku bisa jadi orator ayat-ayat langit, trus aku bisa jadi primadona partai politik, dan yang paling hebat, aku bisa tumbangkan tirani di negara ini. gampang kan?"
Papa: "Nggak takut ntar dibenci banyak orang?
Bini: "Ya nggaklah, kan aku alumni pemain sinetron, tinggal mainkan air mata dengan suara disetel-setel, pasti deh banyak yang simpatik!"
Papa: "Ealah honey....mendingan kamu di rumah ajalah...siapin makananku sama anak-anak!"
Bini: "Lah itu mah kan sudah tiap hari!"
Papa: "Iya sih, tapi kamu kan belum pernah bikinin aku lauk ikan badut, itu tuh ikan Nemo......
Bini: "Ah Papa.....iya deh..tapi kalau udah dibikinin Ayla-ku diganti Avanza ya...tapi jangan yang gampang korsleting ya...ntar meledak lagi.....
#SP#30718#SD3#